Cerdas Berawal dari Mata yang Sehat

Filed in Kesehatan 0 comments

Kita dapat mengetahui banyak hal karena kita mempunyai mata yang sehat. Mata merupakan jendela pengetahuan, mata sedikit banyak punya peran penting dalam proses persepsi dan absorbsi terhadap realita.

Salah satu hal yang menyebabkan menurunya kualitas penglihatan kita dengan bertambahnya usia disebabkan karena sinar matahari.

Sekadar diketahui, sel-sel lensa menghasilkan seperangkat protein yang disebut kristalin yang berfungsi sebagai serat optik untuk menyaring cahaya melalui lensa ke retina. Unsur merah, biru, hijau, kuning, dan ultraviolet (UV) dapat menembus lensa transparan. Dari semua unsur itu, UV-lah yang bisa merusak lensa. Sementara sinar biru merusak retina.

Faktor lain adalah radikal bebas. Jika tidak dinetralisir oleh antioksidan, ooksidasi yang terlalu lama dapat merusak lipid, dari yang sebelumnya transparan menjadi buram. Ini yang disebut katarak. Antioksidan adalah senyawa yang membantu dipertahankannya sel dan jaringan pada lensa dan organ-organ sehat lainnya. Di dalam lensa mata terkandung vitamin C, E, lutein, dan zeaxanthine. Semakin menumpuk protein yang rusak, semakin keruh lensa mata.

Gizi yang protektif dan kaya antioksidan merupakan solusi untuk menghambat katarak. Kecil kemungkinan perempuan yang selalu mengonsumsi vitamin C, E, riboflavin, betakaroten, lutein, dan zeaxanthein menderita katarak.

Pada usia di atas 55 tahun, degenerasi macular karena usia merupakan penyebab utama kebutaan dan rusaknya penglihatan. Hal ini terjadi karena rusaknya sel-sel dalam retina yang peka terhadap cahaya. Fokusnya adalah bintik kuning (yellow spot) selebar 3 mm. Ini disebut dengan macular latea. Letaknya di bagian belakang-tengah mata.

Namun, pada mata yang “tua”, protein yang teroksidasi mulai menumpuk dan menimbulkan masalah. Untunglah di dalam mata terdapat dua jenis karoten, yakni lutein dan zeaxanthine yang membantu melindungi mata dengan cara menyerap cahaya biru dan menetralisasi  radikal bebas. Penderita degenerasi macular memiliki kadar zeaxanthine dan lutein lebih rendah ketimbang orang normal, sehingga fungsinya sebagai antioksidan pelindung tidak maksimal.

Sejalan dengan proyek AREDS (Agerelated Eye Disease Study) yang telah berlangsung selama tujuh tahun, para pakar biokimia nutrisi, dalam penelitiannya, menunjukkan, bahwa resiko degenerasi macular karena usia telah berkurang pada mereka yang mengkonsumsi vitamin C, E, betakaroten, dan seng, sedikitnya selama enam tahun.

Menjaga dan Merawat Mata

1. Tidak menyentuh mata dengan tangan yang kotor.

2. Jangan menggosok/mengucek mata terlalu kuat, terutama bila ada benda asing yang masuk ke dalam mata.

3. Diet seimbang, termasuk makan buah-buahan berwarna kuning hingga jingga, sayuran, sumber protein, karbohidrat, dan lemak yang cukup.

4. Terapkan kebiasaan membaca yang benar: membaca sambil duduk relaks; sumber cahaya sebaiknya dari belakang atau samping; atur jarak mata dengan bahan bacaan kurang lebih 30-40 cm; tidak membaca terus-menerus, sesekali istirahatkan mata dengan memejamkannya sejenak atau melihat jauh.

5. Terapkan kebiasaan menonton TV yang benar: jarak yang ideal adalah 2.5-3 m di depan TV; ruang dalam keadaan terang; setelah menonton TV selama 30-60 menit, istirahatkan mata dengan cara memejamkan sejenak atau melihat jauh.

6. Gerakkan bola mata setiap hari untuk melatih otot-otot penggerak mata dan daya akomodasi mata; pusatkan pandangan mata ke jarak dekat dan jauh secara bergantian dan gerakan bola mata secara perlahan ke atas, bawah, kiri, dan kanan selama beberapa kali.

Sumber : okezone.com

Posted by luplia   @   21 January 2010 0 comments
Tags : ,

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Spam Protection by WP-SpamFree

Previous Post
«
Next Post
»
Powered by Wordpress   |   Delighted designed by Web Hosting   |   Song Lyrics   |   Free Download Ebook   |   Gadget Review